Home

Rabu, 29 April 2015

Artikel tentang Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan




FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN

Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis pada siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keaktifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, penyajian data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
A.    Fungsi Media Pembelajaran
Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah audio visual aids (alat bantu pandang/ dengar). Selanjutnya disebut instructional materials (materi pembelajaran), dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional adalah instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran). Dalam perkembangannya, sekarang muncul istilah e-Learning. Huruf “e” merupakan singkatan dari “elektronik” artinya media pembelajaran berupa alat elektronik, meliputi CD Multimedia Interaktif sebagai bahan ajar offline dan web sebagai bahan ajar online. Selain itu Fungsi media adalah sebagai alat bantu visual dalam kegiatan belajar mengajar berupa sarana yang dapat memberikan pengamalan visual kepada siswa antara lain ;
1.   Menurut R. Rahardjo, (1984: 49)
a.    Untuk mendorong motivasi belajar.
b.   Memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak.
c.    Mempertinggi daya serap belajar.
2.   Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rival (2007: 57) yang dimaksud alat bantu visual adalah setiap gambar, model benda, atau alat lain yang memberikan pengalaman visual yang nyata kepada siswa. Alat visual itu berfungsi untuk :
a.    Memperkenalkan, memberikan, memperkaya, serta memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak kepada siswa.
b.   Mengembangkan sikap-sikap yang dikehendaki.
c.    Mendorong kegiatan lebih lanjut.
3.   Menurut Benni Agus Pribadi (Fatah Syukun 2008) fungsi media secara detail adalah :
a.    Membantu memudahkan belajar dan juga memudahkan pengajaran bagi guru.
b.   Memberikan pengalaman lebih nyata.
c.    Semua indra murid dapat diaktifkan.
d.   Lebih menarik perhatian murid dan minat murid dalam belajar.
4.   Levie & Lentz (1982) mengemukakan ada empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu :
a.    Fungsi atensi media visual yang merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
b.   Fungsi afektif media visual yang dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambing visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
c.    Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambing visual atau gamabar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.   Fungsi kompensatoris media pembelajaran yang terlihat pada hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
5.   Menurut Kemp & Dayton (1985: 28) media pembelajaran memenuhi tiga fungsi utama apabila media digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang berjumlah besar, yaitu :
a.    Memotivasi minat atau tindakan,
b.   Menyajikan informasi, dan
c.    Memberi instruksi.

B.     Manfaat Media Pembelajaran
Dari beberapa fungsi diatas, media memiliki nilai praktis atau manfaat sebagai berikut, (Wina Sanjaya, 2008: 171-172) :
1)   Dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa.
2)   Dapat mengatasi batas ruang kelas.
3)   Dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta dengan lingkungan.
4)   Dapat menghasilkan keseragaman pengalaman.
5)   Dapat menanamkan konsep dasar yang benar, nyata dan tepat.
6)   Dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik.
7)   Dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.
8)   Dapat mengontrol kecepatan belajar siswa.
9)   Dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai yang abstrak.
 Sedangkan menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rival (2007: 2-3) menjelaskan bahwa media pengajaran yang dikatakan mampu mempertinggi belajar siswa, memiliki manfaat sebagai berikut :
1)   Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menambah motivasi belajar.
2)   Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
3)   Metode pengajaran akan lebih bervariasi.
4)   Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar.
Menurut Sudjana & Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu :
1)   Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2)   Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.
3)   Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
4)   Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.
Encyclopedei of Education Research dalam Hamalik (1994: 15) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut:
1)   Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme.
2)   Memperbesar perhatian siswa.
3)   Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
4)   Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.
5)   Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
6)   Membantu tubuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
7)   Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih baik.
  
KESIMPULAN

Fungsi dan manfaat media pembelajaran adalah sebagai alat bantu visual dalam kegiatan belajar mengajar, yang berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual dan rangsangan kepada siswa, sehingga dapat menumbuhkan gairah belajar, memotivasi siswa agar belajar lebih aktif, inovatif dan menyenangkan.


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Abdi, Rahmani. Media dan teknologi pengajaran. Hlm. 2-5.
http://Herminegari.wordPress.com


Artikel tentang Hubungan Media dengan Teknologi Pembelajaran




Hubungan Media Dengan Teknologi Pembelajaran
Hubungan antara teknologi dan media, dilihat dari pengertian-pengertian teknologi dan media sebelumnya pada media disebutkan bahwa media adalah alat untuk memberikan perangsangan bagi siswa supaya terjadi proses belajar, seperti buku, film, kaset, dan lain-lain. (Bringgs), yang dapat menyampaikan pesan-pesan atau bahan-bahan pengajaran. Sedangkan teknologi adalah suatu ilmu yang membahas tentang keterampilan yang diperoleh lewat pengalaman, studi, dan observasi. Istilah kata “teknologi”, erat hubungannya dengan kata teknik. Teknik dalam bidang pembelajaran bersifat apa yang sesungguhnya terjadi antara guru dan murid.
Teknologi pengajaran merupakan bagian dari teknologi pendidikan. Hal ini didasarkan pada konsep bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan.[1][19]
Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. [2][20] Definisi teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media. [3][21] Hal ini disebabkan oleh penggunaan media yang harus dilakukan dalam teknologi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan. [4][22] Bisa dikatakan bahwa media merupakan bagian dari teknologi pembelajaran.
Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi serta pengelolaan cara – cara pemecahan masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi belajar yang memiliki tujuan dan disengaja (Sudjana , et.al : 2001)[5][23]
Dalam penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa media termasuk dalam ruang lingkup teknologi pengajaran. Karena teknologi pengajaran merupakan himpunan dari proses terintegrasi yang didalamnya terlibat manusia, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi serta pengelolaan cara-cara pemecahan masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi belajar yang memiliki tujuan dan disengaja.
Peran media disini adalah sebagai solusi pemecahan masalah pendidikan. Masalah pendidikan yang dihadapi adalah sulitnya seorang pengajar atau guru untuk menyampaikan pesan atau materi kepada siswa. Bagi siswa, media sangat membantu proses belajar karena siswa tidak tergantung kepada guru. Siswa bisa belajar kapanpun dia ingin belajar. Dengan adanya media, maka guru dapat menyampaikan pesan dengan mudah dan dapat diterima siswa dengan baik sehingga tercapailah tujuan pembelajaran.
Hubungan dengan belajar:
1.      Psychological Perspective on Learning Bagaimana instruktur menampilkan peran dari media dan teknologi di dalam kelas, ini tergantung akan seberapa jauh mereka memahami akan bagaimana masyarakat telah belajar mengunakannya. Dibawah ini ada beberapa perspektif yang berkaitan dengan psychological perspectives on learning: Behaviorist Perspective Pada pertengahan 1950an, fokus belajar berawal dari pembentukan stimulus kepada pelajar untuk merespons stimulus. Media dan teknologi memiliki pengaruh terhadap pendidikan. Contohnya, komputer dan internet telah mempengaruhi proses pembelajaran sampai saat ini. Aturan-aturan dari pendidik dan pelajar telah berubah karena dipengaruhi media dan teknologi yang digunakan di dalam kelas. Perubahan ini sangat esensial, karena sebagai penuntun dalam proses pembelajaran, pendidik (guru) berhak menguji media dan teknologi dalam konteks belajar dan itu berdampak pada hasil belajar siswa.
2.      LEARNING belajar dan teknologi memiliki pengaruh terhadap pendidikan. Contohnya, komputer dan internet telah mempengaruhi proses pembelajaran sampai saat ini. Aturan-aturan dari pendidik dan pelajar telah berubah karena dipengaruhi media dan teknologi yang digunakan di dalam kelas. Perubahan ini sangat esensial, karena sebagai penuntun dalam proses pembelajaran, pendidik (guru) berhak menguji media dan teknologi dalam konteks belajar dan itu berdampak pada hasil belajar siswa. Mengkomunikasikan hasil-hasil secara efektif. Merekam berbagai macam tampilan. Mencerminkan aktivitas dan belajar pelajar. Menekankan pada hasil, sasaran dan prioritas pelajar. Mendemonstrasikan kreativitas dan personaliti pelajar. Portofolio dapat berisikan ilustrasi buku seperti; Penulisan dokumen seperti, puisi-puisi, kisah-kisah, atau makalah penelitian, media presentasi, seperti esai-esai foto, audio rekaman dari debat-debat.

KESIMPULAN
Hubungan antara teknologi dan media pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara ke duanya sangat erat. Hal ini dikarenakan di dalam menerapkan teknologi pembelajaran kita harus menggunakan media agar guru dapat menyampaikan pesan dalam bentuk materi dengan mudah dan siswa dapat menerimanya dengan baik. Teknologi pembelajaran tidak akan bisa mencapai tujuan pembelajaran dengan baik tanpa adanya media.
 Jadi bisa dikatakan bahwa dalam proses belajar-mengajar memerlukan media untuk pembelajaran dan harus menggunakan teknik-teknik atau strategi dalam pembelajaran agar pembelajaran tidak monoton dan tidak membosankan siswa dalam belajar.


DAFTAR PUSTAKA

Abdi, Rahmani. Media dan Teknologi Pengajaran.
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
http://blog.Muhammad Riduan Pamungkas



[2][20] Opcit, http://www.wijayalabs.com
[3][21] http://cahyaanugrah.wordpress.com/ diakses 10 oktober 2010
 [4][22] Opcit, http://www.wijayalabs.com